gambar via mediasunni.com
URGENSI TAUBAT DALAM ILMU TASAWUF
Ilmu tasawuf memang tak bisa
terlepas dari pembahasan hati, bahkan hampir seluruh kitab yang ber-genre
sufisme mengawali temanya dengan pembahasan taubat. bagi para penganut tasawuf,
taubat merupakan tangga pertama yang harus ditempuh sebelum melanjutkan ke
tangga berikutnya, karena tidak mungkin seaorang salik menempuh jalan tuhan
dengan jiwa yang kotor dan penuh dosa.
Imam Al-Haddad berkata, ”Hendaknya
para salik yang ingin menempuh jalan allah, bersungguh sungguh dalam bertaubat
dari segala dosa, bila masih memiiki tanggungan hak orang lain, bersegera
menunaikanya, karena jiwa yang masih tergadai dengan hak orang lain, tidak
mungkin menempuh jalan kebenaran.
Taubat bukanlah hal yang mudah
dilakukan, karena harus berasal dari jiwa yang ikhlas dan tulus, setidaknya ada
dua syarat utama yang harus dipenuhi agar taubat diterima. Pertama, menyesali
maksiat yang dilakukan dan ketaatan yang luput diamalkan. Kedua, bersungguh
sungguh untuk tidak kembali dalam kemaksiatan.
Ibnu athaillah berkata, ” Wahai
hamba, bertobatlah kepada allah setiap wakyu karena allah memerintahkanmu. Dia
berfirman, “ bertaubatlah kalian kepada allah, wahai orang beriman agara kalian
beruntung. Dia juga berfirman, “ Allah mencintai orang yang bertaubat dan orang
yang menyucikan diri. Rasulullah SAW juga bersabda,” aku memohon ampun kepada
allah sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari.
Bagi orang yang senang mengikuti
hawa nafsunya , melaksanakan taubat terasa begitu berat karena harus meninggalkan
kesenangan yang selama ini dinikmatinya, namun barang siapa bersunggu sungguh
dalam mengekang nafsunya tiada balasan baginya kecuali surga.
Waktu muda adalah waktu yang
tepat untuk memperbanyak taubat, karena
masa tersebut merupakan puncak dari segala hawa nafsu, banyak pemuda yang kalah
oleh nafsunya sendiri hingga membuat kehidupanya begitu tampak rumit dan ruwet,
mereka telah lalai hingga berani melanggar hukum dan ketentuan allah. Adapula yang
mampu mengendalikanya hingga mereka memiliki kedudukan mulia di hadirat Allah
dan seluruh manusia.
Hati yang rusak karena hawa nafsu
jauh lebih susah memperbaikinya dari pada memperbaiki sebuah bangunan yang
runtuh, karena kerusakan hati begitu samar, tak terlihat dalam pandangan namun
sebenarnya rusak parah. Sedangkan sebuah bangunan kita dapat melihatnya dengan
pandangan mata kita, apabila ada secuil bagian yang runtuh, akan sangat mudah
untuk diperbaiki.
Titik tersulit dalam bertaubat
adalah tidak kembali maksiat, hati manusia diliputi dengan nafsu dan syahwat,
sehingga segala kenikmatan yang terlihat akan sangat menggoda hati untuk
meraihnya, inilah yang menjadikan sulit, seorang yang hatinya khusyuk di pagi
hari, bisa berbalik dimalam harinya. Hati ibarat air diatas daun talas yang
dapat berpindah pindah setiap detik. Hendaknya selalu berdoa kepada allah agar
menetapkan hatinya diatas keimanan dan selalu terjaga dari kemaksiatan.

0 komentar:
Posting Komentar